Tuesday, October 25, 2011

Maafkan saya.

Hari ini, saya telah membuat satu keputusan yang sangat berat... sangat sangat berat.Kamu, maafkan saya. I have to... ='l

I was totally disappoint with an incident. It's really hurt and sad, even tears could never wash away my sadness. It's like having a short knife tearing my heart.  Samihah, samihah, samihah... saya pilih nama ini sebab ia bermaksud 'pemaaf' kerana saya kena banyak sabar dan sedia memaafkan org2 sekeliling di sepanjang perjuangan ini. Allah... 


"those who give in times of both ease and hardship, those who control their rage and pardon other people Allah (SWT) loves the good-doers " (Al 'Imran: 134)


Saya kena rasa syukur kerana ada hikmah disebalik kejadian ini. Hati saya dah tidak tenang mulai haritu. Saya sedar, cinta manusia ini tidak kekal. At the same time, saya rasa bersalah setiap kali saya rindu pada si dia, dosa hati ini semakin berat; saya berasa bersalah setiap kali hati saya gusar memikirkan cinta manusia. Setiap kali memikirkan Allah dan kekasihNya, saya rasa sangat bersalah... saat itu, saya telah mengerti apakah itu Cinta dan inilah jawapan yang dicari-carikan sejak malam qasidah itu. 

Orang kata "cinta sebelum kahwin biar sederhana dan tidak melepasi batasan agama". I don't know how to define the 'sederhana' and 'tidak melepasi batasan agama' sedangkan dosa hati ini tidak dapat diukur. Saya juga tidak faham bagaimana orang lain especially Muslim manage to do it. In this case, saya sedar, kami tak cukup mantap lg. Sikap kami ini tidak layak untuk membina rumah tangga dan perhubungan ini tidak akan menuju ke arah kebaikan. Saya tidak ingin menjadi kaum Hawa yang meruntuhkan imannya dan melalaikannya. Kami bukan nabi yang bisa sempurna tetapi hanya insan yang lemah. Saya serahkan kepada Allah. Mungkin juga pertemuan semula kami ini memang diaturkan oleh-Nya.

'If a wound has touched you, be sure a similar wound has touched the others. Such days (of varying fortunes) we give to men and men by turns, that allah may know those that believe, and that He may take to Himself from your ranks martyr-witnesses (to Truth). And Allah loves not those who do wrong.' ( 'Al 'Imran: 139-140)

Maafkan saya. Ini saja yang saya mampu lafazkan. Saya harap dia faham, saya inginkan dia bahagia, bukan sahaja di dunia tetapi juga di akhirat. I want him to be a better person, same do i. Firstly i thought kita boleh saling membimbing but in fact it cant be sedangkan kita masih belum lagi halal untuk bersama. Sedih tapi sabar! Kita kena korbankan sesuatu untuk dapatkan sesuatu yang lagi baik. Sebab itu saya pilih untuk melepaskan tangan dan mengejar cinta Allah sambil memantapkan diri-sendiri... and settle my family problems. I can't be so selfish as i couldn't bring all these to hereinafter. 

Asking myself...Yes. I tried to let go before but i dont know how tight Allah tie my heart towards his, it is hard to let go. So i keep the knot of feelings in my heart. He thought i was so cruel and cold-hearted ='( all i did is to have a better future  but seems he don't want to understand... and he will never know how pain i feel in my heart. Kita kawan macam biasa je lah... sakit hati bila saya mengeluarkan kata-kata sebegitu. Sedih bila ingin pretend like nothing happen. Smile as usual, talk as usual. Dia tak tahu... dia tak tahu.... saya sedih jugak.....

Today, i made up my mind. I locked my heart, till the day Allah opens it since all our hearts belong to him, so He has the right. Time is the solution.


Susah nak lupakan dia completely, tak mungkin. Kuasa Allah. Hanya jika dia izinkan.

Today, I made this decision, so i will take the risk. I can't guarantee i'm the one for him or he is the one for me... but Allah will guarantee us happiness in future, that's for sure... just if we realized Allah's love is the eternity one and have faith in Him.


0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Blogger templates